Saya selalu suka suasana pagi
Ketika embun masih menggelayut manja pada rumput yang bergoyang jenaka
Ketika mentari masih tersipu malu-malu membuka jaket cahayanya
Dan udara masih menyisakan oksigen murni hasil fotosintesa
Saya selalu suka suasana pagi
Ketika sapu lidi beradu dengan jalanan beraspal menghadirkan simfoni pagi
Ketika lampu penerangan jalan masih bersinar kendati tanpa arti
Dan televisi masih menayangkan sajian ulang malam tadi
Saya selalu suka suasana pagi
Ketika kereta senja utama bergerak mulai memasuki stasiun
Ketika pengemudi truk sampah mulai berkeliling walau tak punya uang pensiun
Dan sopir taksi shift pagi bergerak ke pool dari rusun
Saya selalu suka suasana pagi
Ketika azan subuh berkumandang dengan hikmat
Ketika bunyi jam weker berbunyi kian memekat
Dan para pekerja berkata “Keparat”
Saya selalu suka suasana pagi
Sayang sulit bagi saya untuk bangun pagi
Kamis, 10 Juli 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
bangun pagi memang susah, apa lagi cuma sekedar dzikir pagi, banyak orang bisa kerja lembur sampai tengah malam, tapi jarang orang yg bisa dzikir pagi yang cuma satu jam setelah subuh...
hayooo... padahal harga dunia jauh sekali di bawah harga akhirat..
Poskan Komentar