Rabu, 08 Oktober 2008

Iklan Jijay

Akhir-akhir ini, menjelang masa kampanye, sering banget saya melihat iklan-iklan yang durasinya panjaaaaaaang banget! Inti dari iklan itu cuma mau memperkenalkan ataupun mengangkat citra seseorang. Dan orang ini, tentu saja punya maksud dong masang iklan panjang gitu di tipi. Maksudnya, apalagi kalo bukan supaya masyarakat mau milih dia pas pemilu entar.

Saya jadi eneg sendiri. Coba nih ya... pemilu masih 2009, lolos jadi balon (bakal calon) aja belum, tapi dari sekarang udah mau masang iklan yang durasinya naudzubillah lama itu di tipi. Pas prime time pula. Coba aja mikir, berapa tuh duit yang dia habiskan untuk membayar iklan itu. Masang iklan kan kudu bayar bo'!

Ada lagi nih ya, orang yang tadinya beriklan dengan mengangkat citra petani dan pedagang pasar Indonesia. Eh, nggak lama kemudian iklannya bergeser jadi iklan partai. Iiiiiiihhhh...jijay banget!

Mungkin temen-temen ada yang nggak ngerti kenapa saya jijay dengan iklan begituan. Ya iyalah, di iklan itu mereka berkata akan mengangkat nasib rakyat, menuntaskan kemiskinan, memperbaiki tingkat hidup masyarakat, dan lain-lain. Tapi itu semua mereka ucapkan melalui iklan yang pastinya menelan biaya milyaran untuk pembuatan dan pemasangannya.

Poinnya adalah:
1. Mending duit segitu banyaknya mulai dipake buat mewujudkan omongan mereka. Jangan cuma "disetorkan" ke stasiun tipi yang udah kaya raya dong!
2. Kalo kita bilang mau berinfak begitu dapet kesempatan. Trus, supaya kesempatan itu ada di tangan kita, kita kudu ngutang sana-sini, apa mungkin pas kesempatan itu nyampe di tangan kita, infak yang akan kita berikan bakal 100% apa yang kita miliki? Menurut saya sih nonsense. Uangnya pasti saya ambil dulu sebagian buat nutupin uang saya. Kalo utang saya 10% bagiannya, sisa 90% akan saya infakkan. Lha lantas gimana dong kalo utang saya 90% bagian?

Karena inilah saya nggak pernah suka dengan dunia politik yang menurut saya penuh kepalsuan. Kalo bisa sih pengennya jadi golput aja. Tapi karena ada ustadz yang (entah kenapa) ngomong bahwa jadi golput itu dosa (emangnya ada di Quran dan hadits gitu kalo kita kudu nyoblos?), saya sudah punya komitmen terhadap diri saya. Saya nggak bakal milih partai atau calon presiden yang bergembar-gembor dengan masang iklan panjang bin lama bin nggak penting di tipi. I won't trust every single alphabet they've said! Nah, tapi saya nggak tahu nih, gimana kalo ternyata semua partai dan semua calon presiden pas pemilu 2009 ntar rame-rame pasang iklan di tipi???? Hwuaduh!

1 komentar:

Gufy ajah mengatakan...

Makanya pi, pilih gw yg gak ngiklanin di tipi...hahaha... apa hubungannya coba? :P