Rabu, 19 November 2008

Malam Renungan (2)

Hingga akhirnya, baru-baru ini saya terpaksa meragukan kebenaran kalimat itu. Lilin di tengah desa tentu saja lebih berarti dibandingkan lampu di tengah kota. Tapi bagaimana jika membandingkan antara lilin di tengah desa dengan lampu di tengah desa? Mana yang lebih memberikan arti?

"Pencerahan" ini saya dapat gara-gara sekitar sebulan yang lalu, saya diminta untuk mengurus proposal sebuah acara sekaligus mencari lokasi untuk acara tersebut. Bukan hal besar apalagi susah sih, namun mengibakan lebih tepatnya. Pasalnya, budget yang ada sangat amat terbatas untuk acara seperti itu. Jadi, saya perlu mengakalinya dengan "merayu" si marketer supaya dia mau ngasih diskon. Setelah terungkap bahwa ternyata diskon ini nggak banyak membantu, saya pun masih harus menyempitkan budget dengan me-request extra bed supaya jumlah kamar dapat dikurangi, plus upaya-upaya printilan lainnya biar budget bisa mencukupi.

Wah, ternyata nggak enak ya jadi orang miskin. Mau apa-apa susah. Soalnya, saya memang nggak pernah merasakan harus memohon atas sesuatu karena saya tidak memiliki cukup dana untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Saya jelas bukan orang kaya, tapi lebih jelas lagi saya bukan orang miskin. Saya mungkin lebih tepat untuk dikategorikan sebagai orang yang pandai mengatur pasak agar tak lebih besar dari tiang. Tapi...yang namanya mengatur, tetep aja pasaknya harus tersedia, ya tho?

Nah, dari sinilah saya akhirnya menyadari bahwa menjadi orang yang berguna di tengah orang-orang yang membutuhkan itu memang mulia sekali. Tapi, jelas lebih mulia menjadi orang yang berguna dan mampu memberi di tengah orang-orang yang membutuhkan. Kalau kita bisa menjadi lampu, jangan mau hanya menjadi lilin. Yang jelas, berusahalah menjadi lampu, karena ia mampu memberi sinar yang lebih terang bagi sekitar. Soal mau jadi lampu di desa atau di kota, itu kembali pada hati nurani. Apakah hati nurani mengarahkan kita untuk menjadi orang yang berarti bagi sesama, atau berarti hanya bagi diri sendiri.




0 komentar: