Betapa ajaibnya menemukan sebuah kenyataan, bahwa apapun pertanyaan yang ada di benak kita-selama itu masih ada di dunia-selalu bisa dijawab oleh waktu.
Waktu bisa memastikan semua hal yang pada awalnya tak pasti, dan menyudahi apapun yang awalnya tak berkesudahan. Ketika kita bimbang akan suatu perkara atau bimbang harus menentukan jalan hidup yang mana, ternyata waktu dapat memberikan solusi, pilihan mana yang harus kita jalani.
Seperti apa yang baru saja saya alami. Bertahun-tahun saya menghabiskan waktu saya mengharapkan seseorang yang tak pernah bisa saya gapai. Hingga saya sendiri meragukan kemauan dan kemampuan saya. Saya tak lagi bertanya kepada diri saya sendiri, “Mampukah saya melupakannya?”, saya bahkan bertanya “Maukah saya melupakannya?”
Ketika akhir-akhir ini kami semakin jarang berkomunikasi, dan saya pun tak ingin memulai komunikasi lagi dengannya, saya pikir saya tak lagi mengharapkannya. Tapi kemudian saya menyadari bahwa saya keliru. Saya hanya mengubur rasa yang saya miliki dalam-dalam, tapi sebenarnya rasa itu belum juga lekang. Saya sadari hal ini ketika secara tak sengaja saya mengetahui bahwa orang ini sekarang sudah bersama dengan wanita lain. Sedih.
Ketika menuliskan ini, saya tahu bahwa saya seharusnya merasa lega. Setelah tahun-tahun penuh kesiaan yang secara sadar saya jalani, kini saya mendapatkan suatu momen yang dapat menghentikan saya melakukan kesiaan itu lagi. Karena saya tak tahu apakah orang itu adalah yang terbaik bagi saya atau bukan, maka waktu lah yang menjawabnya untuk saya. Waktu sudah membuka satu lagi rahasia kehidupan yang selama ini masih merupakan tanda tanya bagi saya.
Sedih memang tak bisa dihindari. Tapi untuk sebuah kepastian atas berjuta keragu-raguan yang saya miliki, saya sepantasnya bersyukur. Ini bukan musibah. Ini justru anugerah.
Rabu, 10 Desember 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
4 komentar:
waduh upiko...gw terharu berat niy...tp gw yakin tulisan lo pasti bermanfaat buat ribuan cewek-cewek di dunia ini...coz gw rasa hampir semua cewek pernah ngerasain hal yang lo rasain......waaaaaaa......
Sang kodok juga tinggal nunggu sang waktu sampai ada sang putri yang membuatnya kembali menjadi sang pangeran yang tampan.. :P
makanya pi, jangan sedih-sedih mulu.. idup itu jgn sampe kalah sama sang waktu..
wah pi... jangan terlalu sedih gitu pi.. blom ada yang pasti sebelum janur kuning melengkung.. tapi bukan brarti trus lu nungguin terus juga..
kalo dia buka mata ama cewe laen, lu juga kenapa ga buka mata juga pi ama cowo laen..
n satu lagi pi, menurut gw, cewe itu kalo pake kerudung pun blom tentu secantik lu, n seperti keseharian lu gitu deh.. hehehe..
Wakkakakaka...thanks Mar, Gufy, & Yenny.
Yen, pengakuan tertulis (bahwa gw lebih cantik) seperti yang lo lakuin ini jelas penting banget bagi kenarsisan gw *walaupun sbnrnya takkan merubah apapun, hiks*.
Poskan Komentar