Minggu, 12 April 2009

Global Crisis & Global Warming

Sadarkah Anda bahwa global crisis membawa dampak positif pada pengurangan global warming?

Hmm…salah satu poin yang paling nyata terlihat adalah, krisis global menuntut para pelaku di dunia industri yang hendak terus mempertahankan usahanya untuk melakukan efisiensi di segala bidang.

Apa sajakah bentuk efisiensi yang umum dilakukan?

1.Efisiensi atas penggunaan input
Industri adalah sebuah proses pemanfaatan input untuk selanjutnya dijadikan output demi menghasilkan nilai tambah. Jika industri yang kita bicarakan di sini adalah industri tekstil, maka inputnyabisa jadi berupa kapas, benang, dan lainnya. Jika industri yang kita bicarakan adalah industri makanan berupa kue, maka tepung, gula, dan input lainnya . Intinya, semua input harus dipergunakan sedemikian mungkin pada poin teroptimum yang dapat memberikan hasil maksimum.

2.Efisiensi atas proses pengolahan input
Dalam pengolahan input menjadi output, dibutuhkan sebuah proses yang di dalamnya membutuhkan keterlibatan manusia, dan non-manusia yang merupakan sarana pendukung lainnya.

• Efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia.
Para SDM yang dinilai kurang memberikan kontribusi, atas nama kondisi terpaksa dirumahkan sementara atau bahkan di-PHK. Tokh, kadangkala, bukan hanya para SDM yang kurang produktif saja yang harus merasakan hal ini. SDM yang sangat efisien juga kerap terkena dampak karena perusahaan tak sanggup lagi membayar upah ataupun gaji para kayawan atau buruhnya. Jalan satu-satunya adalah pengurangan karyawan, dan untuk ini, krisis global adalah momok yang menyeramkan.

• Efisiensi atas sarana pendukung lainnya
Mendadak dengan terjadinya krisis global, hal-hal yang tadinya nggak pernah terpikirkan penting untuk dilakukan menjadi hal yang urgen dan harus dilakukan.
Kertas, yang tadinya cukup dipergunakan di satu sisi, kini harus dimanfaatkan kedua sisinya baru boleh dibuang. Komputer, yang selama jam makan siang dibiarkan menyala begitu saja, kini harus dimatikan. Lampu, yang selama jam makan siang dan selepas jam kantor kerap menyala tanpa dipakai, kini harus dimatikan. Lewat jam kerja, semua karyawan harus pulang agar tak ada pemborosan sedikitpun atas listrik. Belum termasuk efisiensi atas penggunaan AC, lampu toilet, lampu pantry, dan lainnya. Untuk hal ini, krisis global adalah blessing in disguise bagi para aktivis lingkungan.

Agak-agak egois memang! Tapi saya sendiri cukup bersyukur krisis global ini terjadi. Tanpanya, saya belum pernah menemukan kondisi dimana efisiensi atas listrik, kertas, dan input-input lain dilakukan dengan penuh semangat seperti sekarang.
Walaupun tokh efisiensi ini dilakukan secara terpaksa karena tuntutan kondisi, saya sih masih menyimpan harapan bahwa kendati badai krisis telah berlalu, efisiensi yang positif –atas sarana pendukung- terus dipertahankan. Harapan saya juga, bahwa selepas krisis, efisiensi atas pemanfaatan sumber daya manusia tak dilakukan dengan pengurangan atau perumahan karyawan, tapi lebih kepada pengarahan dan motivasi kepada karyawan secara berkesinambungan demi menciptakan loyalitas, semangat, dan keefektifan bekerja.

Oh ya, satu hal lagi yang jauh lebih penting, kendati saya dari tadi bercerita bahwa efisiensi secara terpaksa dilakukan karena tuntutan krisis global, namun sejauh pengamatan saya, hal tersebut masih sebatas dilakukan oleh kalangan industri swasta. Di lingkungan saya sebagai seorang PNS yang –bisa dikatakan- tidak terpengaruh oleh adanya krisis global, belum saya temukan rupa-rupa efisiensi.

Atas nama rahasia Negara, kertas harus segera dihancurkan sehingga tak dapat dipergunakan di kedua sisinya. Tak peduli apakah tulisan di dalamnya penting, tidak begitu penting, atau sama sekali tidak penting, kertas tak pernah dipergunakan pada kedua sisinya. Atas nama kemudahan bekerja, komputer menyala sepanjang jam istirahat, bahkan hingga jam kerja berakhir, hingga keesokan harinya jam kerja dimulai kembali. Benar-benar inefisiensi yang bukan hanya sekedar menafikkan global warming, namun juga global crisis.

Karena itu, kalau boleh saya berharap, saya juga mengangankan efisiensi yang dilakukan oleh industri swasta terhadap sarana pendukung mereka, dilakukan pula oleh kaum birokrat di Negara kita. Yang jelas, saya akan mulai melakukannya, entah dengan yang lainnya…

0 komentar: