
Sebuah kalimat bijak yang pernah saya dengar mengatakan bahwa jalan hidup kita telah ditentukan oleh Sang Kuasa. Kalimat yang singkat, tapi bermakna sangat dalam. Sayangnya, saya baru menyadari dalamnya makna kalimat itu jauh setelah saya mendengar kalimat itu. Dulu, dengan optimisme dan gejolak seorang muda, saya selalu yakin bahwa semua hal yang kita dapatkan adalah karena usaha yang kita lakukan, sebagaimana saya juga yakin bahwa apa yang kita lakukan pada hari ini pastilah akan mempengaruhi jalan hidup kita kelak, dan membentuk siapa diri kita di masa mendatang. Baru saya sadari bahwa kalimat bijak itu sangat amat benar, sebenar keyakinan saya bahwa saya pada saat ini adalah karena usaha yang telah saya lakukan di hari sebelumnya.
Beberapa minggu yang lalu, dalam sebuah percakapan di telepon, saya menceritakan suatu hal kepada seseorang. Cerita yang sesungguhnya tak memiliki makna penting, karena semata-mata saya lontarkan hanya untuk menambah materi pembicaraan dan membuat seru percakapan. Ketika saya menceritakan hal tersebut, tak sedikitpun ada suatu tendensi yang melintas di benak saya...kata-kata mengalir keluar begitu saja tanpa saya berkeinginan untuk mengaturnya.
Tanpa saya sangka, cerita itu akhirnya mendominasi seluruh percakapan telepon yang saya lakukan dengan teman saya di hari itu, mengubah orientasi pembicaraan dari santai menjadi serius, dan mengubah arah percakapan yang kami lakukan. Secara tak terduga pula, percakapan yang saya lakukan tersebut mendominasi isi otak saya kemudian, mewarnai hari-hari saya setelahnya, dan mampu membelokkan jalan hidup saya dengan begitu mudahnya.
Saat ini, ketika saya merenungi malam saat terjadinya percakapan itu, saya berpikir...apakah jalan hidup saya akan berbelok seperti ini jika cerita itu tak pernah saya lontarkan? Apa iya hasil akhirnya akan sama jika proses yang saya lakukan berbeda? Keyakinan saya mengatakan bahwa semuanya tak akan sama. Rasionalitas saya mengatakan bahwa tanpa cerita itu, pada hari ini hidup saya tak akan sama dengan hidup saya pada hari ini setelah cerita itu terlontar. Tanpa cerita itu, saya yakin isi otak saya akan lain, warna hari-hari saya tak akan menjadi beda, dan jalan hidup saya belum akan berbelok arah.
Jadi, apakah itu berarti saya menyangsikan kalimat bijak yang mengatakan bahwa jalan hidup setiap orang telah ditentukan oleh Sang Kuasa? Tidak juga. Saya yakin bahwa jalan hidup kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan, namun kini saya tahu bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya adalah skenario Sang Kuasa yang sedang kita mainkan.
Ketika saya melontarkan sebuah cerita melalui percakapan telepon pada suatu malam, memang benar bahwa saya telah melakukan suatu usaha yang tentunya dapat mempengaruhi jalan hidup saya kelak. Namun, itu semua saya yakini adalah karena kehendak Sang Kuasa. Bagaimana otak saya dapat memerintah mulut saya untuk mengucapkan serangkaian kata, bagaimana mulut saya dapat menyusun kata-kata itu menjadi sebuah cerita, bagaimana lawan bicara saya bereaksi karena cerita itu, dan bagaimana hati saya menjadi terbuka karena reaksinya, saya yakini adalah campur tangan Sang Kuasa. Karena jalan hidup dimana saya berpijak pada hari ini...Alhamdulillah...adalah atas skenario yang indah dari-Nya.
2 komentar:
wah upi mainannya udah skenario... udah ada produsernya belum pi?
gw bersedia jd aktor utamanya deh :P
ada image-nya sekarang, keren ;)
Poskan Komentar