Sabtu, 21 Maret 2009

Optimisme yang Tak Rasional

Kata orang, ketika kita jatuh cinta otak kita yang biasanya menjadi pembimbing kita untuk selalu rasional akan berubah jadi tidak rasional. Namun, siapa sangka ketidakrasionalan ini menjadikan diri kita orang yang sangat optimis. Luar biasa optimis malah. Bingung? Nggak pa-pa, supaya nggak bingung, simak cerita di bawah ini.

Ceritanya, ada seorang cowok yang cinta mati sama seorang cewek. Adapun si cewek bener-bener hampir mati putus asa karena dikejar-kejar terus sama si cowok. Si cowok dengan sepenuh hati berusaha menjadikan si cewek miliknya, sementara si cewek dengan sepenuh hati berusaha mengenyahkan si cowok dari hidupnya. Inilah perjalanan kisah mereka. Kisah tentang perjuangan si cowok untuk menaklukkan pujaannya. Kisah tentang sebuah ironi yang melahirkan optimisme yang tak masuk akal.

Kisah 1: Malam minggu. Cowok udah dandan habis-habisan buat ngapel ke rumah si cewek.
cowok : Nonton yuk
cewek : Waduh..aku hari ini udah ada acara lain. Ada saudara dateng dari kampung
cowok : Oooh..(pasang tampang kecewa). Yadeh nggak papa. Lain kali aja
cewek : ....(tersenyum senang karena bisa menghindar dari ajakan nonton).
Sisi optimis si cowok mengatakan: Waaahh..luar biasa sekali dia. Rela mendahulukan saudaranya daripada cowok seganteng saya. Kelak dia pasti akan menjadi istri yang sangat menyayangi keluarga. Cocok banget deh buat jadi pasangan hidupku.
Sebenarnya versi cewek : Iiiihhh....males banget gw jalan ma dia.

Kisah 2: Setelah nggak pernah berhasil mengajak kencan, akhirnya si cowok mengubah strategi dari zigzag jadi frontal, dengan bertanya langsung ke cewek yang ditaksir, apakah ia sudah punya cewek atau belum.
cowok : Dek...ngggg...nngg...
cewek : Apa sih?
cowok : Dek, kamu....
cewek : Apa?
cowok : kamu...kamu udh punya calon belum sih?
cewek : (Nah, ini kesempatan emas gw buat bikin dia menjauh). Ada (pasang muka serius). Lagi nyari tanggal baik.
cowok : (tercekat, terpana, meratap....)
Sisi optimis si cowok mengatakan : Haaahh? Jadi selama ini dia udah bersama orang lain? Ah, tapi kayaknya enggak. Buktinya malam mingguan gini yang datang ke rumahnya cuma saya seorang. Barangkali “ada” yang dia maksud itu saya sendiri. Iya, pasti saya yang dia maksud. Waahhh...memang bener sih saya lagi nunggu tanggal baik buat meminang dia. Kalau gitu harus cepet-cepet nih. Dia udah ngasih sinyal buat saya maju.
Sebenarnya versi cewek : Biarin aja gw to the point! Biar dia mundur n nggak ngedeketin gw lagi. Rasain lo!

Kisah 3 : Si cowok tetep aja nggak yakin sebenarnya si cewek udah punya calon atau belum. Akhirnya ia pun memutuskan untuk bertanya sekali lagi demi mendapat kepastian itu.
cowok : Dek...calonmu itu orang mana?
cewek : (IIIIHHH...kenapa sih orang ini masih aja gangguin gw?). Ada deh (dengan muka super bete)
Sisi optimis si cowok mengatakan : Horeeeee! Dia nggak nyebutin nama. Berarti bener orang yang dia maksudkan sebagai calonnya itu saya sendiri. Yess! Yess! Yesssss!
Sebenernya versi cewek : Busyet...ni orang belum mundur juga. Mana dia pake ngorek-ngorek pula. Mau tau aja urusan pribadi gw. Hiiiiiiiiiyyyyy.

Kisah 4 : Setelah selama ini selalu berkeyakinan bahwa hanya dirinyalah yang ada di hati si cewek pujaannya, suatu hari si cowok melihat si cewek berjalan dengan seorang cowok lain dari kejauhan.
Sisi optimis si cowok mengatakan : Haaaahhh! Kok dia jalan sama cowok lain ya? Mana pake gandengan tangan pula. Eeeehhh...tapi kan bisa aja itu saudaranya. Kakaknya, sepupunya, atau mungkin bapaknya. Dari sini sih emang nggak keliatan jelas itu siapa. Santai, santai....nggak mungkin lah dia tiba-tiba punya cowok lain. Kan hanya aku cowok yang ada di hatinya.
Sebenernya : emang si cewek lagi jalan sama cowok lain yang lagi PDKT dengannya

Kisah 5 : Di suatu hari yang kelabu, si cowok mendengar berita dari seorang biang gosip yang mengatakan bahwa si cewek akan melangsungkan pernikahan.
Sisi optimis si cowok mengatakan : Appppaaaa?! Jadi benar bahwa cowok yang kemarin saya lihat itu calonnya dia? Ah, tapi enggak mungkin. Kabar ini pasti cuma kabar burung. Dia (si bigos) kan emang sirik sama saya. Pasti dia cuma nggak suka kalo saya bisa deket sama cewek secantik si yayang.
Sebenernya : emang si cewek baru aja tunangan ma orang yang baru saja PDKT sama dia dan terlihat berjalan dengannya sebelumnya.

Kisah 6 : Setelah membutakan dirinya dengan mengatakan bahwa si cewek tak mungkin menikah dengan cowok lain selain dirinya, si cowok akhirnya menemukan kebenaran bahwa si cewek melangsungkan pernikahan.
Sisi optimis si cowok mengatakan : Hatiku hancur berkeping-keping, tapi tak mengapa. Aku akan datang ke pernikahannya. Akan kutunjukkan bahwa aku cowok yang jantan. Suatu saat ia pasti akan menyadari akulah orang yang terbaik untuknya. Kesempatan masih terbuka lebar. Ia pasti akan menyesal telah memilih orang yang keliru dan meninggalkan cowok itu. Saat itulah aku akan ada di sampingnya. Dan ia akan menjadi milikku.
Sebenernya : si cewek merasa memang cowok ini adalah her true soul mate. Orang baru aja nikah, boro-boro lah mikirin cerai.

Nah, sekarang udah ngerti kan yang saya maksud dengan cinta yang menjadikan diri seseorang sangat optimis? Bagaimana? Apakah anda pernah mengalaminya?

Pesan moral : Cinta sama orang sih boleh-boleh aja. Berjuang demi cinta pun sah-sah aja. Tapi jangan sampai membutakan diri sendiri dengan mencari excuse-excuse yang mengada-ada. Mau nangis, silakan. Mau “hancur” juga gapapa. Tapi habis itu langsung take a deep breath dan bangkit lagi. There are always another love for us outside, so don’t open your eyes and heart only to one person. Chayo!